KEADILANNEWS.com | Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Lutfi pada Rabu (21/10/2026) via akun Instagram pribadinya, @m.luthfi mengapresiasi langkah pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam yang mengambil alih 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Transaksi yang disebut bernilai Rp26,1 triliun itu dinilai berkaitan dengan penguatan kepemilikan nasional di sektor pertambangan.
Lutfi juga memberikan apresiasi kepada Bank Mandiri yang menurutnya membantu proses transaksi tersebut.
Ia mengaitkan pengambilalihan saham itu dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai pengelolaan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat.
“Karena itu, saya justru bukan merendahkan, malah saya hormat kepada Haji Isam yang mengambil alih 30,25 persen saham itu kembali ke tangan merah putih,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Lutfi turut membahas perubahan kepemilikan saham yang dikaitkan dengan pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, dan putrinya yang disebut berstatus warga negara Singapura.
Ia menyoroti mekanisme divestasi sebagai instrumen untuk menjaga kepentingan nasional dalam pengelolaan sumber daya alam.
Artikel Terkait
Pertanyakan Dana Sumbangan Pendidikan Rp1,7 Triliun Low Tuck Kwong ke Singapura, Muhammad Lutfi: Kekayaan Indonesia untuk Siapa?
Toyota Hadirkan Proactive Agent Call, Pemilik Mobil Bisa Dihubungi Sebelum Meminta Bantuan
Benda Misterius di Kebun Sawit Kalimantan Ternyata Serpihan Roket China
Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Karhutla, Ada 3 Perusahaan Asing