KEADILANNEWS.COM | Mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Lutfi, mempertanyakan manfaat kekayaan alam Indonesia bagi masyarakat setelah pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, dikaitkan dengan donasi sebesar 101 juta dolar Singapura atau sekitar Rp1,7 triliun untuk sektor pendidikan di Singapura.
Lutfi menyoroti ironi ketika kekayaan yang berasal dari pengelolaan sumber daya alam Indonesia justru turut menopang pendidikan di negara lain.
Ia kemudian mempertanyakan siapa yang sebenarnya menikmati hasil kekayaan alam Indonesia. Hal itu disampaikan Lutfi via Instagram pribadinya @m.luthfi pada Rabu, (21/10/2026)
“Namun, bukannya berterima kasih dan membantu pendidikan di Indonesia, dia malah menyumbang Rp1,7 triliun ke Singapura,” ujar Lutfi.
Menurut Lutfi, persoalan tersebut perlu dilihat dalam konteks pengelolaan sumber daya alam dan pemanfaatan hasilnya untuk kepentingan masyarakat Indonesia.
“Pertanyaan saya kepada Anda semua: harta pusaka Indonesia, kekayaan alam Indonesia ini, sebenarnya untuk mensejahterakan Indonesia atau untuk mensejahterakan bangsa asing?” kata Lutfi.
Ia juga membandingkan nilai donasi tersebut dengan anggaran pendidikan di dalam negeri.