JAKARTA – CEO Promedia Group Agus Sulistriyono mengingatkan pemerintah agar mengawal secara ketat pembentukan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, Torasera berpotensi menjadi ladang praktik percaloan dan kongkalikong apabila mekanisme pengelolaannya tidak transparan sejak awal.
Agus mengatakan, program Koperasi Merah Putih kini memasuki tahapan penting setelah penyiapan manajer, pembangunan infrastruktur, serta terbitnya Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026.
“Saya mendukung penuh program Presiden Prabowo ini. Tetapi justru karena skalanya sangat besar, pemerintah harus mengantisipasi potensi penyimpangan sejak awal. Salah satu titik paling krusial menurut saya adalah Torasera,” ujar Agus.
Mengacu pada penjelasan Kementerian Koperasi, Torasera diproyeksikan menjadi pusat distribusi dan agregator barang yang dapat melayani sekitar 100–150 koperasi desa.
Menurut Agus, posisi tersebut menjadikan Torasera sangat strategis karena berpotensi mengendalikan arus pasokan barang menuju ratusan koperasi.
“Bayangkan nilai ekonominya. Siapa yang mendapatkan hak mengelola Torasera? Siapa yang menentukan pemasok? Siapa yang mengatur harga dan margin? Kalau mekanismenya tidak transparan, ini bisa menjadi rebutan banyak kepentingan,” tegasnya.
Agus mengingatkan pemerintah agar belajar dari berbagai polemik penentuan titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya memperlihatkan pentingnya transparansi dalam pemberian akses terhadap program bernilai ekonomi besar.
Artikel Terkait
Balai Kota Dibakar Saat Demo di Prancis, Insiden Ini Jadi Sorotan
Demo Prancis Berujung Penjarahan Toko, Merek Mewah hingga Apple Ikut Disorot
Kepercayaan Masyarakat, Motivasi Kantor Pertanahan Kabupaten Langkat Untuk Terus Berbenah
PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan
Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari
Warga Dapat Kepastian Soal Waktu, Pengukuran Terjadwal Percepat Layanan Pertanahan