KEADILANNEWS.com | Laju ekspansi global Chery dalam beberapa tahun terakhir semakin masif. Strategi pabrikan dalam menghadirkan lini produk berdesain modern, fitur melimpah, serta penetapan harga yang sangat kompetitif sukses memikat konsumen di berbagai negara.
Namun, di tengah masifnya gempuran promosi dan dorongan kuat untuk mengejar target penjualan serta peluncuran model-model baru, ada sebuah pengingat krusial yang tidak boleh terabaikan, kekuatan reputasi sebuah merek kendaraan pada akhirnya tidak hanya diukur dari angka penjualan atau variasi model di showroom, melainkan dari konsistensi quality control pada setiap unit yang keluar dari lini produksi.
Kasus viral pada Oktober 2026 yang menimpa Chery Omoda 5 di Malaysia terkait patahnya lengan ayun atau as roda belakang (rear axle) menjadi cermin tegas bagi para pemilik brand.
Insiden tersebut menegaskan bahwa dalam industri otomotif, integritas struktur kendaraan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Dari sudut pandang manufaktur, ketika fokus pabrikan terbagi antara meningkatkan kapasitas ekspor dan gempuran promosi model-model baru, pengawasan terhadap vendor pihak ketiga dalam rantai pasok (supply chain) rentan melonggar.
Padahal, satu kelemahan kecil pada proses pengelasan (welding) komponen vital dapat berakibat fatal pada keselamatan pengemudi.
Media otomotif internasional secara tajam menggarisbawahi poin krusial ini bagi para produsen kendaraan.
"Malaysia menghentikan pendaftaran Chery Omoda 5 setelah kegagalan as roda belakang yang viral memicu penyelidikan keselamatan secara menyeluruh dan penarikan kembali (recall) SUV buatan Tiongkok tersebut di seluruh negeri. Meskipun para analis berpendapat bahwa permintaan pembeli yang tinggi akan terus mendorong kendaraan berharga terjangkau ini ke pasar internasional, insiden seperti recall di Malaysia membuktikan satu poin krusial: harga yang sangat terjangkau tidak boleh mengorbankan integritas struktural dasar kendaraan di jalan raya." tulis laporan Autoblog yang dilihat Rabu (21/10/2026).
Artikel Terkait
Prabowo: Karhutla Kejahatan Kemanusiaan, Cabut Izin Perusahaan yang Melanggar
Bunya Bujet Rp150 juta Pilih Low MPV Bekas Apa Mobil EV Baru, Simak Plus Minusnya
Usai Viral Rumah Dinas TNI Jadi Markas Judol, Letkol Arman Jadi Tersangka dan Resmi Masuk Bui