“Ini bukan program membagikan uang untuk dihabiskan. Ini investasi negara untuk membentuk aset produktif milik rakyat. Negara membangun modal, koperasi mengelola, dan rakyat menikmati hasilnya,” jelasnya.
Agus menegaskan, Indonesia tidak kekurangan kekayaan alam. Tantangan besarnya adalah bagaimana kepemilikan dan manfaat ekonomi dari kekayaan tersebut dapat tersebar lebih luas.
“Selama ini kita selalu berbicara ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Mengapa tidak kita wujudkan rakyat sebagai pemilik korporasi besar di negeri sendiri?”
“Rakyat jangan selamanya hanya menjadi penonton kekayaan negaranya. Sudah saatnya rakyat menjadi pemilik kekayaan yang menghasilkan kesejahteraan itu sendiri,” pungkas Agus.*)
Artikel Terkait
Perlindungan Lahan Sawah Menjadi Bagian Penting Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional Di Tengah Kebutuhan Pembangunan dan Investasi.
Percepatan Penataan Lahan Perkebunan Dan Kawasan Hutan Secara Terintegrasi Diperlukan Untuk Mendukung PSR, Hilirisasi, Dan Optimalisasi Pemanfaatan La
Fitur Live TikTok Digunakan Dan Cukup Berhasil Membantu ATR/BPN Menyebarluaskan Informasi Pertanahan Kepada Masyarakat.
Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Pertanahan, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara Kunjungan Kerja Ke Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Se