“Ini bukan program membagikan uang untuk dihabiskan. Ini investasi negara untuk membentuk aset produktif milik rakyat. Negara membangun modal, koperasi mengelola, dan rakyat menikmati hasilnya,” jelasnya.
Agus menegaskan, Indonesia tidak kekurangan kekayaan alam. Tantangan besarnya adalah bagaimana kepemilikan dan manfaat ekonomi dari kekayaan tersebut dapat tersebar lebih luas.
“Selama ini kita selalu berbicara ekonomi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Mengapa tidak kita wujudkan rakyat sebagai pemilik korporasi besar di negeri sendiri?”
“Rakyat jangan selamanya hanya menjadi penonton kekayaan negaranya. Sudah saatnya rakyat menjadi pemilik kekayaan yang menghasilkan kesejahteraan itu sendiri,” pungkas Agus.*)