ekonomi

Indonesia Terancam Keluar dari Emerging Market, Bisa Satu Kategori dengan Zimbabwe dan Nigeria

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:49 WIB
Pasar saham Indonesia berpotensi masuk kategori yang sama dengan Argentina, Nigeria, hingga Zimbabwe dalam klasifikasi MSCI. (Ilustrasi oleh Gerd Altmann via Pixabay) (Lie/Promedia)

 

KEADILANNEWS.com | Pasar saham Indonesia berpotensi masuk kategori yang sama dengan Argentina, Nigeria, hingga Zimbabwe dalam klasifikasi MSCI apabila usulan perubahan status dari emerging market menjadi standalone market diterapkan.

 

Usulan tersebut tercantum dalam rilis MSCI bertanggal Kamis, 15 Oktober 2026. Penyedia indeks dan analisis investasi global itu membuka konsultasi sebelum mengumumkan keputusan paling lambat 30 Juni 2027. Artinya, Indonesia belum resmi berpindah kategori. 

 

Berdasarkan dokumen MSCI Global Investable Market Indexes Methodology edisi Mei 2026, terdapat 13 negara atau pasar dalam tabel Eligible Markets (Standalone Markets).

 

Daftar tersebut mencakup Argentina, Bosnia dan Herzegovina, Botswana, Bulgaria, Jamaika, Lebanon, Malta, Nigeria, Palestina, Panama, Trinidad dan Tobago, Ukraina, serta Zimbabwe. Daftar ini merujuk pada edisi Mei 2026, sehingga tidak otomatis mencerminkan perubahan setelah penerbitannya.     

 

Argentina Pernah Berstatus Emerging Market

 

Dokumen tersebut mencatat Argentina direklasifikasi dari emerging market menjadi standalone market pada November 2021. Sementara itu, Nigeria berpindah dari frontier market ke standalone market pada Februari 2024.

 

MSCI menjelaskan kategori standalone dapat mencakup pasar yang baru memenuhi kelayakan untuk dicakup indeks maupun pasar yang sebelumnya berada dalam kategori lain. Karena itu, berada dalam kelompok yang sama tidak berarti seluruh negara tersebut memiliki kondisi ekonomi atau persoalan yang identik.     

Halaman:

Tags

Terkini