Di Balik Rencana Haji Isam Masuk BYAN, Ada Gadai Saham JARR

Photo Author
Lili Suheli, KeadilanNews.com
- Kamis, 8 Oktober 2026 | 10:29 WIB
Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. (Ilustrasi AI oleh Agro 24Jam) (Pro media)
Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. (Ilustrasi AI oleh Agro 24Jam) (Pro media)

KEADILANNEWS.com— Rencana pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam masuk ke PT Bayan Resources Tbk (BYAN) diikuti perkembangan dari emiten dalam kelompok usahanya.

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) mengumumkan penandatanganan akta gadai saham, ketika porsi saham BYAN yang dibidik melalui PT Jhonlin Baratama meningkat menjadi sekitar 30,25 persen.

Berdasarkan keterbukaan informasi JARR tertanggal 7 Oktober 2026, penandatanganan akta gadai saham berlangsung pada 30 September 2026. Laporan bernomor 096/EXT-CORSEC/JARR/X/2026 tersebut disampaikan oleh Direktur JARR Temmy Iskandar.

Dalam dokumen keterbukaan di IDX, PT Eshan Agro Sentosa, pengendali JARR, menggadaikan sebanyak 7.997.556.204 saham kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Jumlah itu merupakan seluruh saham JARR yang dimiliki Eshan.

Gadai tersebut menjadi jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi JARR dari Bank Mandiri.

“Tujuan transaksi sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi Perseroan,” tulis Direktur Utama JARR Indra Irawan dalam keterbukaan informasi, Kamis (8/10/2026).

Dalam laporan registrasi pemegang efek versi koreksi yang disampaikan JARR, Eshan tercatat memiliki 86,64 persen saham perseroan. Dengan demikian, seluruh kepemilikan Eshan tersebut tidak sama dengan 100 persen saham JARR.

Dokumen itu juga mencantumkan H. Samsudin Andi Arsyad, yang dikenal sebagai Haji Isam, sebagai pemilik manfaat melalui Eshan.

Perkembangan ini berlangsung di tengah rencana pembelian saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Sebelumnya sejumlah media melaporkan bahwa para pihak mengubah perjanjian jual beli saham bersyarat yang sebelumnya mencakup sekitar 30 persen saham BYAN.

Setelah perubahan, jumlah saham yang akan dialihkan meningkat dari 10.000.000.500 menjadi 10.084.088.370 saham. Tambahan 84.087.870 saham itu membawa porsi yang dibidik menjadi sekitar 30,25 persen.

Dalam laporan pada 7 Oktober 2026 tersebut, pelaksanaan dan penyelesaian transaksi masih disebut bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan.

Meski waktunya berdekatan, penggunaan fasilitas kredit untuk membiayai pembelian saham BYAN belum terkonfirmasi.*) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lili Suheli

Terkini

X