KEADILANNEWS.com | Mobil BYD Sealion 5, SUV plug-in hybrid (PHEV) yang dipasarkan di Australia dan Selandia Baru, hanya memperoleh tiga bintang dari Australasian New Car Assessment Program (ANCAP). Hasil tersebut menjadi catatan tersendiri karena model ini belum mampu memenuhi standar keselamatan tertinggi berdasarkan kriteria pengujian terbaru.
Dalam penilaian yang diumumkan pada 29 September 2026, ANCAP menemukan sejumlah keterbatasan pada sistem keselamatan aktif dan teknologi pendukung pengemudi.
Kekurangan tersebut membuat BYD Sealion 5 tertahan di peringkat tiga bintang, meskipun hasil perlindungan penumpang saat terjadi kecelakaan menunjukkan performa yang relatif lebih baik.
Berdasarkan laporan resmi ANCAP, BYD Sealion 5 memperoleh skor 48 persen untuk kategori Safe Driving dan 51 persen pada Crash Avoidance. Sementara itu, kategori Crash Protection mencatatkan 79 persen dan Post-Crash sebesar 74 persen.
Perbedaan skor tersebut memperlihatkan bahwa persoalan utama mobil ini bukan semata-mata pada perlindungan saat benturan, melainkan juga kemampuan mencegah kecelakaan.
Salah satu temuan penting berkaitan dengan sistem emergency lane keeping. Fitur yang seharusnya membantu kendaraan tetap berada di jalurnya itu tidak menunjukkan respons ketika mobil diarahkan menuju tepi jalan dalam skenario pengujian tertentu. Keterbatasan ini menjadi perhatian karena kendaraan yang keluar jalur berpotensi menimbulkan kecelakaan serius, terutama ketika melaju di jalan raya.
ANCAP mencatat kemampuan sistem pengereman darurat otomatis atau autonomous emergency braking (AEB) yang belum konsisten dalam sejumlah skenario. Sistem tersebut dapat mendeteksi kendaraan lain, pengendara sepeda motor, pesepeda, serta pejalan kaki.
Artikel Terkait
Usai Lama Jalani Cuci Darah, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia
Silaturahmi Ulama dan Umaro, OK Hatta Tekankan Pentingnya Menyelamatkan Generasi Muda.
Honda PCX 160 vs Yamaha Nmax Siapa Paling Irit ? Berikut Ulasannya