Salah satu pengguna mengaku mengetahui persoalan tersebut melalui teman-temannya yang pernah bekerja sebagai kepala koki di dapur MBG.
Akun itu mengklaim sejumlah pekerja tidak bertahan karena persoalan anggaran, penyusunan menu, serta dugaan keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan dapur.
Namun, klaim pengguna tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan tidak mewakili kondisi seluruh dapur MBG.
BGN Pernah Menjelaskan Perhitungan Modal Dapur MBG
Dalam siaran pers pada 25 Februari 2026, BGN menyatakan investasi awal mitra untuk membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berkisar Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar.
BGN juga menjelaskan bahwa pendapatan kotor maksimal dari komponen insentif diperkirakan sekitar Rp1,8 miliar per tahun, tetapi angka tersebut bukan keuntungan bersih.
Menurut penjelasan BGN, titik impas bisnis diproyeksikan tercapai dalam kisaran dua hingga dua setengah tahun setelah memperhitungkan investasi, penyusutan aset, dan biaya operasional.