Penilaian positif juga datang dari Pol Espargaro, pebalap penguji KTM. Ia menilai motor bermesin 850 cc menawarkan karakter yang lebih sesuai dengan arah regulasi baru, terutama karena motor generasi sekarang memiliki tenaga besar dan menuntut kemampuan fisik yang tinggi.
"Saya akan memilih motor 850 cc. Motor 1.000 cc sangat menguras fisik. Menurut saya, motor itu lebih berbahaya karena tenaganya jauh lebih besar," kata Pol .
Menurut Pol, pengurangan kapasitas mesin bukan satu-satunya faktor yang mengubah karakter motor. Bobot dan karakter ban turut memengaruhi cara pebalap mengendalikan motor saat mengerem, menikung, hingga berakselerasi.
"Dengan mesin 850 cc, semuanya berubah. Motornya jauh lebih mudah dikendalikan, lebih ringan, dan bannya jauh lebih lunak," ujarnya.
Penilaian tersebut memberikan gambaran bahwa pengembangan motor MotoGP 2027 tidak hanya mengejar kecepatan puncak. Kemudahan pengendalian dan konsistensi pebalap selama balapan juga menjadi faktor penting.
Luca Marini Sebut Pebalap Moto2 Bisa Diuntungkan
Luca Marini melihat perubahan karakter motor dari sisi adaptasi pebalap. Penggunaan ban Pirelli dan mesin berkapasitas lebih kecil dinilai dapat membuat karakter motor generasi baru lebih dekat dengan motor Moto2.
"Saya pikir pebalap yang datang dari Moto2 akan memiliki keuntungan besar dibandingkan transisi dari Moto2 ke MotoGP pada masa sebelumnya," kata Marini.
Artikel Terkait
Proyek Jembatan 3,4 Miliar Rupiah Disorot, CV Pusaka Puser Jawa Diduga Lempar Tanggung Jawab
Tak Penuhi Panggilan KPK, Dirjen Imigrasi Benarkan Nusron Wahid ke Singapura dan Malaysia Lewat Batam
Masa Depan Manufaktur Otomotif: Ketika AI dan Robot Pintar Kuasai Pabrik Hyundai