KEADILANNEWS.com | Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (16/10/2026) menjadi perhatian pasar keuangan Indonesia. Gejolak tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap sektor riil, termasuk industri otomotif, terutama terkait daya beli konsumen, pembiayaan kendaraan, dan permintaan mobil serta sepeda motor.
Berdasarkan laporan Reuters, IHSG merosot sekitar 11,57 persen pada perdagangan 16 Oktober 2026. Tekanan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran investor terhadap perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.
Meski demikian, dampak perkembangan pasar keuangan terhadap industri otomotif tidak dapat disimpulkan hanya dari pergerakan indeks saham.
Data penjualan kendaraan sebelum gejolak tersebut menunjukkan kondisi yang beragam. Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil dari pabrik ke dealer pada September 2026 mencapai 79.540 unit. Angka tersebut turun 2,7 persen dibandingkan Agustus, tetapi meningkat 28,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor domestik mencapai 654.343 unit pada September 2026. Penjualan tersebut tumbuh sekitar 9,7 persen secara bulanan dan 15,4 persen secara tahunan.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pasar mobil dan sepeda motor masih mencatat pertumbuhan tahunan sebelum gejolak IHSG pada pertengahan Oktober.
Oleh karena itu, perkembangan penjualan pada periode berikutnya diperlukan untuk mengetahui apakah tekanan di pasar keuangan diikuti perubahan permintaan kendaraan.