Salah seorang pria disebut memanggil rekan-rekannya setelah mengetahui identitas rombongan. Tidak lama kemudian, sejumlah orang diduga melakukan pelemparan batu ke arah bus hingga menyebabkan kaca bagian kiri dan kanan belakang pecah.
Kasatreskrim Polresta Batang menyebut tindakan tersebut dipicu fanatisme terhadap klub sepak bola. Namun, penyidik masih perlu mendalami rangkaian kejadian dan peran setiap orang yang diduga terlibat.
Akibat insiden tersebut, Media Officer Persib EPA U-18, Pandu Persada (38), dilaporkan mengalami luka memar setelah diduga menjadi korban kekerasan fisik.
Selain kerusakan bus, sejumlah koper milik rombongan juga dilaporkan hilang. Namun, polisi meminta pihak ofisial melakukan inventarisasi untuk memastikan jumlah dan jenis barang yang benar-benar hilang.
Bintoro sebelumnya menjelaskan bahwa laporan mengenai barang-barang tersebut masih perlu dilengkapi dengan pendataan dari pihak Persib.
Sementara itu, bus yang mengalami kerusakan disebut diamankan di Mapolresta Batang. Untuk membantu kelanjutan perjalanan rombongan menuju Bandung, manajemen Persibat turut menyediakan bus pengganti.
Polisi masih memeriksa bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lainnya. Sebagian rekaman CCTV disebut belum menampilkan identitas secara jelas sehingga penyelidikan masih terus dikembangkan.