Dari hasil penyelidikan awal, polisi memperoleh petunjuk mengenai keberadaan BPA di wilayah Jakarta. Tim kemudian melakukan pengejaran dengan bantuan petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cikampek.
Bintoro menyebutkan, rekaman CCTV dan keterangan saksi menjadi dasar bagi penyidik untuk menduga BPA sebagai orang yang melakukan pelemparan batu ke arah bus rombongan Persib Bandung U-18.
Polisi juga mengamankan batu berukuran besar dan sejumlah pakaian yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Selain itu, alat isap dan botol minuman keras turut disebut sebagai barang bukti tambahan.
Hingga berita ini ditulis, polisi masih mendalami hasil pemeriksaan dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Insiden penyerangan bermula ketika bus yang membawa rombongan Persib Bandung U-18 berhenti untuk beristirahat di Rest Area KM 360 Batang, sekitar pukul 21.27 WIB, Minggu (11/10/2026).
Rombongan tersebut baru menyelesaikan pertandingan melawan Garuda United dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Solo. Setelah pertandingan, para pemain dan ofisial melanjutkan perjalanan menuju Bandung menggunakan bus Bima Trans.
Pada waktu yang hampir bersamaan, rombongan suporter Persija Jakarta disebut sedang dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan pertandingan melawan PSIM Yogyakarta pada Sabtu (10/10/2026).
Menurut keterangan awal kepolisian, situasi memanas setelah sejumlah orang mengetahui bus yang berhenti di rest area tersebut membawa rombongan Persib Bandung.