Empat Hari Saham GOTO Terjun 44%, Bagaimana Kondisi Keuangannya?

Photo Author
Lili Suheli, KeadilanNews.com
- Jumat, 2 Oktober 2026 | 09:01 WIB
*Caption Foto* Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kehilangan 44% harganya dalam empat hari perdagangan sejak batas minimum harga saham Rp50 dibuka. Foto: gotocompany.com
*Caption Foto* Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kehilangan 44% harganya dalam empat hari perdagangan sejak batas minimum harga saham Rp50 dibuka. Foto: gotocompany.com

 

KEADILANNEWS.com—Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kehilangan 44% harganya dalam empat hari perdagangan sejak batas minimum harga saham Rp50 dibuka.

Hingga penutupan perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, saham perusahaan teknologi tersebut berada di Rp28, meski laporan keuangan semester I menunjukkan perseroan telah berbalik laba.

Berdasarkan data TradingView, GOTO turun Rp4 atau 12,50% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp32.

Harga Rp28 itu semakin menjauh dari posisi Rp50 sebelum ketentuan baru perdagangan berlaku pada Senin, 28 September. Angka tersebut merupakan posisi perdagangan intrahari, bukan harga penutupan Kamis.

Penurunan berlangsung bertahap. GOTO turun menjadi Rp43 pada Senin, kemudian Rp37 pada Selasa, dan Rp32 pada Rabu. Hingga penutupan perdagangan Kamis, harga kembali merosot ke Rp28.

Tekanan tersebut berlangsung setelah Bursa Efek Indonesia mengubah ketentuan perdagangan yang memungkinkan saham diperdagangkan hingga Rp1. Untuk saham pada papan utama, pengembangan, dan ekonomi baru dengan harga Rp11–200, batas auto rejection bawah atau ARB ditetapkan sebesar 15%.

*Laba dan Arus Kas Berbalik Positif*

Kejatuhan saham itu berkontras dengan perbaikan kinerja keuangan GOTO pada enam bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim yang belum diaudit, GOTO membukukan laba konsolidasian Rp423,25 miliar pada semester I 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan masih mencatat rugi Rp741,96 miliar.

Adapun laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp607,49 miliar, berbalik dari rugi Rp580,01 miliar. Angka tersebut berbeda dari laba konsolidasian karena terdapat rugi yang menjadi bagian kepentingan nonpengendali.

Pendapatan bersih meningkat sekitar 28,5% menjadi Rp10,99 triliun, dari Rp8,56 triliun. Pertumbuhan pendapatan melampaui kenaikan total biaya dan beban yang sekitar 17%, sehingga GOTO mencetak laba usaha Rp781,88 miliar, dibandingkan rugi usaha Rp171,60 miliar setahun sebelumnya.

Perbaikan juga terlihat pada arus kas. Kas bersih dari aktivitas operasi mencapai positif Rp1,72 triliun, berbalik dari negatif Rp612,05 miliar pada semester I 2025.

*Manajemen Soroti Perubahan Aturan*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Lili Suheli

Terkini

X