Ketua Komisi D DPRD DIY Andriana Wulandari mengatakan perwakilan berbagai fraksi hadir dan bersedia menerima tuntutan mahasiswa untuk diteruskan kepada pemerintah pusat.
“Mereka menyampaikan tuntutan. Kita sudah catat dan akan kita sampaikan ke pusat,” ujar Andriana.
Salah satu orator dari Universitas Islam Indonesia mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai menyerap anggaran pendidikan yang seharusnya dapat mendukung kebutuhan mahasiswa.
“Yang pertama, program MBG itu hanya menyerap anggaran pendidikan,” ucap orator tersebut saat menyampaikan kritik di tengah aksi.
Mahasiswa juga menuntut penanganan karhutla dan banjir, perbaikan kebijakan ekonomi, penghentian pembatasan kebebasan berpendapat, pemberantasan KKN, serta penurunan biaya layanan publik.
Hingga informasi terakhir yang tersedia, kepolisian masih mendalami kericuhan dan mendata pihak yang diamankan maupun terluka, sementara dugaan kekerasan terhadap demonstran memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.*)
Artikel Terkait
Jangan Tergiur Hemat Listrik! Ini Alasan SUV Bekas Masih Lebih Rasional Dibanding EV Baru
Bareskrim Ungkap Penyebab Blackout Batam-Bintan, 5 Orang Ditetapkan Tersangka
BYD Kembali Berhadapan dengan Hukum, Gugatan Rp9,5 Triliun Jadi Sorotan