Selain itu, harga minyak mentah juga menjadi perhatian. Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan beban impor energi Indonesia sehingga berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.
Indeks dolar AS yang masih berada di level tinggi turut membuat ruang penguatan rupiah terbatas.
Pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global yang dapat meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
Bagi masyarakat, pelemahan rupiah berarti kebutuhan dolar menjadi lebih mahal ketika dikonversi dari rupiah. Dampaknya dapat terasa pada perjalanan luar negeri, pembayaran barang impor, hingga transaksi yang menggunakan dolar.
Sebaliknya, eksportir yang menerima pendapatan dalam dolar dapat memperoleh nilai rupiah lebih besar ketika melakukan konversi. Namun, dampak akhirnya tetap bergantung pada struktur biaya dan kebutuhan valuta asing masing-masing pelaku usaha.
Dengan demikian, kurs rupiah ke dollar hari ini belum bisa dibaca hanya dari satu angka. Pergerakannya dipengaruhi kombinasi sentimen global, harga komoditas, kebijakan bank sentral, serta kondisi pasar keuangan domestik.***