Terlihat dalam video di utas yang kini sudah dilihat lebih dari 26 ribu kali itu, para pengendara menyalakan lampu hazard dan saling membunyikan klakson sebagai tanda sedang ada yang melintas.
Laju kendaraan juga harus pelan karena minimnya visibilitas di jalan raya, sehingga membahayakan jika masih berkecepatan tinggi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) rata-rata mencapai sekitar 10 ribu kasus per minggu setelah karhutla terjadi.
Padahal sebelumnya, jumlahnya hanya berkisar 5.000–6.000 kasus per minggu.
Kasus ISPA terbanyak dilaporkan dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru.
Banyak kasus ISPA yang terjadi di ketiga wilayah tersebut, menurut Dinkes berkaitan dengan kepadatan penduduk dan paparan asap karhutla.
Adapun data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), akumulasi kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla telah menembus angka 333.470 kasus, yang dihitung sejak 18 Agustus 2026 hingga 21 Oktober 2026.