Biaya penanganan medis para korban akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sementara pendataan jumlah korban masih berlangsung.
Dugaan keracunan tersebut menimpa siswa SD Taman Kalijaga, SD Kalijaga Permai, dan TK Teratai, dengan gejala yang dilaporkan berupa mual, muntah, dan diare.
Hingga Kamis, 22 Oktober 2026, angka 331 orang terdampak dan 199 pasien rawat inap perlu dicocokkan dengan pembaruan resmi pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan.*)
Artikel Terkait
Hari Santri Nasional 2026, OK Hatta Dorong Pemuda Perkuat Akhlak dan Persatuan
Krisis BBM Bikin Pusing? Simak Tips Hemat Bensin Motor Agar Tidak Sering Antri
Kebakaran Kembali Muncul di Barito Kuala, Warga Dibayangi Kepulan Asap