Unggahan tersebut memicu perhatian terhadap keamanan makanan yang disediakan melalui program pemerintah itu.
Namun, komentar tersebut tidak membuktikan telur sebagai penyebab gangguan kesehatan para korban.
SPPG Disetop Sementara, Biaya Pengobatan Ditanggung BGN
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, menyatakan seluruh anak terdampak telah mendapatkan perawatan medis.
“Per malam ini SPPG tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Yulian dalam keterangan resmi DPRD Kota Cirebon, Rabu, 21 Oktober 2026.
Penyebab dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium.
“Kalau untuk dugaan dari mana, kita masih menunggu hasil laboratorium,” ujarnya.
Artikel Terkait
Hari Santri Nasional 2026, OK Hatta Dorong Pemuda Perkuat Akhlak dan Persatuan
Krisis BBM Bikin Pusing? Simak Tips Hemat Bensin Motor Agar Tidak Sering Antri
Kebakaran Kembali Muncul di Barito Kuala, Warga Dibayangi Kepulan Asap