Lebih lanjut, Tresna menyebut bahwa angin kencang menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api.
Selain itu, keterbatasan sumber air dan sulitnya menjangkau titik kebakaran diakui turut menghambat proses pemadaman.
“Kondisi itu semakin menyulitkan ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut atau area yang ditumbuhi vegetasi tinggi. Petugas membutuhkan upaya ekstra untuk mencapai titik api dan memastikan kebakaran benar-benar padam,” tukasnya.
Adapun wilayah di Kalimantan Timur, Tresna menyebut Kabupaten Paser masih menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi.
Selain Paser, kebakaran juga terjadi di Penajam Paser Utara (PPU), termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.*)
Artikel Terkait
Aturan Ganjil Genap Beli BBM di Bali Diperpanjang hingga 23 Oktober 2026, Diklaim Berhasil Atasi Antrean SPBU
Nasib Apes Fermín Aldeguer: Sukses Operasi Tangan, Tapi Harus Lewatkan Balapan Phillip Island
Pertalite Langka di Bali, 8 Pengecer Ditangkap Jual BBM hingga Rp 200 Ribu per Botol