• Selasa, 20 Oktober 2026

Alat dan Air Terbatas, Curhat Relawan Akui Kewalahan saat Padamkan Api Karhutla di Kutai Barat Kaltim

Photo Author
Lili Suheli, KeadilanNews.com
- Senin, 19 Oktober 2026 | 20:39 WIB
Relawan karhutla kewalahan hadapi pemadaman kebakaran di Kutai Barat, Kaltim. (Instagram/saell.nilong) (Lie/Promedia)
Relawan karhutla kewalahan hadapi pemadaman kebakaran di Kutai Barat, Kaltim. (Instagram/saell.nilong) (Lie/Promedia)

 

Kemudian dalam unggahan terbaru, disebutkan bahwa tim pemadam hanya bisa memantau dari jarak jauh karena kendala yang dihadapi.

 

“Posisi api masih menyala, kami hanya bisa memantau saja karena sudah tidak sanggup untuk melawan api,” tulisnya dalam video yang diunggah pada Senin, 19 Oktober 2026.

 

Sementara itu, menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur, titik karhutla mulai menunjukkan penurunan pada Oktober 2026 dibandingkan Agustus dan September lalu.

 

BPBD Kaltim mengungkapkan bahwa Agustus dan September, luasan lahan yang terbakar rata-rata mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare. Sementara pada Oktober, luasan karhutla menurun menjadi sekitar 1.223 hektare.

 

“Ini sesuai dengan prediksi kita bahwa pada akhir Oktober mulai memasuki musim penghujan,” ujar Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano saat menjadi pembicara terkait karhutla dalam sebuah acara pada Senin, 19 Oktober 2026.

 

Menurut Tresna, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kaltim. 

 

Berdasarkan informasi BMKG, asap yang terperangkap di atmosfer membutuhkan kondisi yang mendukung, termasuk hujan, agar dapat berkurang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Lili Suheli

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X