“Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau perkembangan kualitas udara di lingkungan masing-masing,” kata Guswanto dalam keterangan resmi BMKG, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Karena itu, pergerakan asap yang menjauh dari Jabodetabek tidak otomatis berarti kualitas udara di seluruh wilayah Jakarta sudah baik. Pengukuran polutan di permukaan tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi yang benar-benar dihadapi masyarakat.
Kualitas Udara Jakarta Berbeda di Setiap Wilayah
Data pada platform pemantauan kualitas udara resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan kondisi yang tidak seragam pada Senin, 19 Oktober 2026.
Di stasiun pemantauan Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, indeks standar pencemar udara (ISPU) tercatat sebesar 114 atau masuk kategori tidak sehat.
Data tersebut diperbarui pada pukul 00.00 WIB, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 60,9 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu, stasiun PPOP Ragunan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mencatat ISPU sebesar 25 atau kategori baik.
Artikel Terkait
Fitur Digital Mobil Kian Canggih, Benarkah Semuanya Dibutuhkan Saat Berkendara?
Panduan Merawat Aki Motor Injeksi Agar Panjang Umur dan Starter Selalu Tokcer
Napoleon Bonaparte Dimakamkan Hari Ini, Ini Profil Singkat dan Karirnya di Polri