KEADILANNEWS.com | Personel TNI dikerahkan menjadi operator di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali untuk membantu mengurai antrean BBM yang memanjang sejak pertengahan Oktober 2026.
Langkah ini dilakukan setelah Gubernur Bali Wayan Koster meminta bantuan prajurit untuk mendukung pelayanan malam hari, ketika sejumlah SPBU diperpanjang operasionalnya menjadi 24 jam.
Pemandangan personel TNI yang ikut melayani pengisian BBM pun menjadi perhatian publik.
Namun, pengerahan tersebut bukan tanpa sebab: distribusi BBM sempat terganggu, sementara antrean kendaraan meningkat di sejumlah wilayah.
Kenapa TNI Sampai Jadi Operator SPBU?
Krisis distribusi dipicu kendala teknis pada kapal tanker pengangkut BBM dan cuaca buruk yang menghambat pengiriman. Lonjakan permintaan juga memperpanjang antrean di SPBU.
Koster mengatakan operator SPBU berpotensi kelelahan karena harus melayani konsumen lebih lama dari jam operasional normal. Karena itu, ia meminta personel TNI membantu pekerjaan pada malam hari.
Artikel Terkait
Asap Karhutla Sampai Jakarta, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak
Sholat Subuh Bersama Masyarakat, Kapolda Sumut Ajak Perkuat Persatuan dan Perangi Narkoba
KPK Ungkap Pengadaan HT untuk Karhutla Ikut Terseret Korupsi Dana BNPB
Rp2,08 Miliar Diduga Masuk Kantong Bupati Klaten, KPK Ungkap Ada Setoran Rutin dan Upah Pungut