KEADILANNEWS.com | Mengganti merek oli mesin sepeda motor setiap kali servis tidak selalu berarti bisa merusak mesin. Namun, pemilik kendaraan tetap perlu memperhatikan spesifikasi pelumas yang digunakan agar sesuai dengan kebutuhan mesin. Sebab, setiap produk oli dapat memiliki tingkat kekentalan, standar kualitas, dan formulasi aditif yang berbeda.
Kebiasaan mencoba berbagai merek oli biasanya dilakukan karena ingin mencari pelumas yang membuat mesin lebih halus, tarikan terasa ringan, atau harganya lebih terjangkau. Ada pula pengendara yang mengganti merek karena produk sebelumnya sulit ditemukan. Meski demikian, keputusan memilih oli sebaiknya tidak hanya didasarkan pada merek atau pengalaman sesaat.
Perhatikan Spesifikasi, Bukan Hanya Merek
Shell Indonesia menjelaskan dalam artikel mengenai pencampuran oli berbeda merek bahwa setiap produk memiliki formulasi dan kandungan aditif tersendiri.
"Karena itu, kesamaan merek bukan satu-satunya faktor penentu, tetapi kesesuaian spesifikasi pelumas dengan kebutuhan mesin juga harus diperhatikan," tulis Shell di laman resminya yang diakses Senin (12/10/2026).
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah tingkat kekentalan atau SAE, misalnya 10W-30 atau 10W-40. Angka tersebut berkaitan dengan karakteristik kekentalan oli pada kondisi suhu tertentu.
"Penggunaan oli dengan kekentalan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat memengaruhi kemampuan pelumas melindungi komponen mesin," tulis Shell lagi.