Perhatikan bagian fasianya, alih-alih menggunakan grille konvensional seperti mobil zaman sekarang, Renault memasang enam buah lampu utama LED berbentuk bulat yang disusun membentuk formasi huruf V futuristik.
Sentuhan ini sukses memberikan penghormatan visual kepada lampu sorot tambahan mobil reli klasik, dipadu dengan kap mesin serat karbon utuh tanpa celah (shut line) ala mobil balap tulen.
Bergeser ke bagian samping dan belakang, mata kita akan dimanjakan oleh guratan bodi kekar berkat fender yang membengkak, floating C-pillar, roof spoiler, serta diffuser raksasa di bawah bumper.
Semakin sempurna tatkala mobil ini berdiri di atas pelek belang 19 inci di depan dan 20 inci di belakang yang membuatnya terlihat siap menerkam tikungan sirkuit kapan saja.
Bukan Sekadar Stiker Tempel
Bagi penggemar sejati, ada satu dosa besar dalam merestorasi mobil klasik: melunturkan detail orisinalnya. Renault paham betul akan hal ini.
Ciri khas legendaris berupa garis putih ganda (Gordini Double Stripe) tidak lagi diperlakukan sebagai stiker tempel murahan. Garis tersebut kini menjelma menjadi elemen struktural desain bodi yang mengalir simetris dari kaca depan, melintasi buritan, bahkan merangsek masuk ke dalam kabin.
Belum lagi pilihan warna cat birunya. Menggunakan julukan Bleu de France, cat luar mobil ini diracik khusus dengan teknik tiga lapisan (three-layer construction). Perpaduan pigmen mother-of-pearl dan pengikat bertinta biru membuat tampilannya hidup; memantulkan efek kedalaman warna yang dramatis saat tertimpa cahaya matahari.