Pendekatan yang lebih masuk akal adalah mempertahankan tombol atau kenop fisik untuk fungsi yang sering digunakan saat berkendara, seperti pengaturan suhu AC, volume audio, dan fitur defogger atau penghilang embun kaca.
Sementara itu, layar sentuh dapat difokuskan pada fungsi yang lebih kompleks atau jarang diakses ketika mobil sedang berjalan.
Produsen juga dapat merancang menu yang lebih sederhana, menyediakan respons visual yang jelas, serta membatasi akses terhadap fungsi yang tidak berkaitan dengan berkendara ketika kendaraan bergerak.
Penggunaan perintah suara dapat membantu mengurangi kebutuhan melihat layar, meskipun interaksi suara tetap bisa membebani konsentrasi dan tidak selalu menjadi solusi untuk semua situasi.
Desain Futuristis Perlu Diimbangi Ergonomi
Persaingan industri otomotif tidak bisa dilepaskan dari tuntutan konsumen terhadap teknologi dan tampilan interior yang modern.
Layar berukuran besar dapat menjadi daya tarik, tetapi ukuran layar semestinya tidak menjadi satu-satunya tolok ukur kemajuan sebuah kendaraan.
Ergonomi, yakni bagaimana produk dirancang agar nyaman, mudah, dan aman digunakan manusia, perlu mendapat perhatian yang sama pentingnya. Sebuah fitur baru seharusnya mempermudah pekerjaan pengemudi, bukan menambah tahapan pengoperasian yang tidak diperlukan.