NASA juga mengutip data Global Forest Watch yang mencatat kehilangan sekitar 27.000 hektare hutan primer di Papua Indonesia sepanjang 2025, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Perubahan bentang alam untuk perkebunan kelapa sawit, industri kayu pulp, pertanian, perluasan perkotaan, dan pertambangan turut menjadi tekanan terhadap kawasan hutan Papua.
Para peneliti memperkirakan kebakaran dapat berlanjut hingga hujan lebat musim penghujan tiba di bagian selatan Pulau New Guinea, yang biasanya terjadi pada awal November.*)