Siswa juga dimungkinkan mendapatkan tambahan makanan apabila masih merasa lapar dan persediaan makanan masih tersedia.
Meski memberikan keleluasaan dalam mengambil makanan, BGN memastikan standar pemenuhan gizi tetap berlaku.
Setiap siswa tetap mendapatkan porsi awal sesuai takaran yang telah ditentukan.
Komponen makanan yang disediakan, mulai dari nasi hingga sumber protein, juga harus memenuhi standar gizi yang berlaku.
Setelah seluruh siswa memperoleh porsi awal, makanan tambahan dapat diberikan kepada siswa yang masih membutuhkan.
“Porsi awal tetap harus ditakar sesuai standar. Setelah semua siswa mendapatkan bagiannya, disiapkan pula makanan tambahan untuk siswa yang masih membutuhkan. Dengan begitu, kebutuhan makan siswa dapat dilayani dengan lebih baik,” jelas Sudaryono.
Penerapan sistem prasmanan juga membutuhkan dukungan dari sekolah.