Data tersebut merupakan hasil pemantauan BMKG menggunakan teknologi penginderaan jauh. Titik panas atau hotspotmenjadi salah satu indikator awal untuk mengidentifikasi wilayah yang perlu mendapat perhatian terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, keberadaan titik panas tidak otomatis membuktikan bahwa kebakaran telah terjadi di setiap lokasi. Pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Asap Karhutla Masih Terpantau di Sejumlah Wilayah
BMKG juga melaporkan bahwa sebaran asap masih terpantau di sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Kepulauan Maluku, serta sebagian besar Papua.
Asap di wilayah-wilayah tersebut terpantau bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Kondisi ini berkaitan dengan masih terdeteksinya titik panas di sejumlah kawasan.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa jumlah titik panas harian di Kalimantan Tengah mengalami penurunan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya.
Pada 15 Oktober 2026, Kalimantan Tengah mencatat 485 titik panas. Angka itu turun menjadi 26 titik pada 16 Oktober 2026.