Lima erupsi Anak Krakatau terjadi pada pukul 01.31 WIB, 01.35 WIB, 01.40 WIB, 01.47 WIB, dan 02.15 WIB. Visual letusan tidak teramati, tetapi aktivitas tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo dan durasi berbeda.
Erupsi pukul 01.40 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 40 milimeter dengan durasi 22 detik.
Kemudian, erupsi pukul 01.47 WIB memiliki amplitudo maksimum 55 milimeter selama 29 detik. Sementara erupsi pukul 02.15 WIB memiliki amplitudo maksimum 53 milimeter dengan durasi 28 detik.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Suwarno membenarkan lima erupsi tersebut.
Ia menyebut aktivitas gunung masih belum stabil meskipun kegempaan sempat menurun.
“Ya itu masih belum stabil, Mas,” kata Suwarno.
Menurut Suwarno, energi di dalam gunung masih berpotensi memicu erupsi kembali.