Dari Thailand hingga Aksi Demonstrasi Modern
Salam tiga jari menjadi simbol protes yang dikenal luas ketika digunakan demonstran di Thailand setelah kudeta militer pada Mei 2014.
Dalam konteks gerakan pro-demokrasi Thailand, simbol tersebut dikaitkan dengan tuntutan reformasi politik, perubahan konstitusi, dan penghentian intimidasi terhadap masyarakat.
Penelitian Jane Reynoaldo, Bambang Srigati, dan Mohammad Solihin yang terbit dalam Jurnal Komunikasi dan Media pada 2022 mengidentifikasi salam tiga jari sebagai simbol kebebasan dalam konteks demonstrasi pro-demokrasi Thailand.
Gestur serupa juga digunakan dalam gerakan pro-demokrasi di sejumlah negara lain, termasuk Myanmar dan Hong Kong, dengan konteks politik masing-masing.
Meski bentuknya sama, salam tiga jari tidak selalu memiliki satu arti yang berlaku universal bagi semua kelompok atau peserta aksi.
Maknanya perlu dibaca melalui tuntutan demonstrasi, pesan yang dibawa peserta, serta pernyataan pihak yang menggunakan simbol tersebut.
Artikel Terkait
Kantor Pertanahan Kabupaten Serdang Bedagai Mengikuti Virtual Zoom Monitoring, Evaluasi, dan Pembinaan Kinerja Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanaha
Unggahan dr Tirta soal Karhutla Disorot Ribuan Warganet, Ini Komentar Mereka
Wendy Cagur Soroti Pembatasan Media Sosial Usai Speak Up soal Karhutla