Selain BBM, polisi turut mengamankan uang hasil penjualan. Para pelaku diketahui menjual Pertalite dengan harga antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per botol.
Dari praktik tersebut, para pelaku bahkan bisa memperoleh omzet jutaan rupiah hanya dalam beberapa hari.
Salah satu komplotan di Denpasar yang terdiri dari AD, FR dan MM diketahui mengantongi Rp 1,2 juta dari hasil penjualan Pertalite.
Chandra menyebut para pelaku bukan merupakan pemain lama dalam praktik penjualan BBM secara ilegal. Mereka disebut baru memanfaatkan situasi ketika terjadi krisis BBM di Bali.
"Para pelaku memanfaatkan momen ini kelangkaan untuk memperoleh keuntungan. Jadi rata-rata ini adalah pelaku dadakan," tuturnya.
Polisi kemudian melakukan penindakan terhadap para pengecer tersebut sebagai bagian dari upaya mengatasi penyalahgunaan Pertalite di tengah kondisi kelangkaan BBM di Bali.*)
Artikel Terkait
Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran Dinilai Publik, Ini 7 Bidang yang Masuk Survei Poltracking
Aturan Ganjil Genap Beli BBM di Bali Diperpanjang hingga 23 Oktober 2026, Diklaim Berhasil Atasi Antrean SPBU
Nasib Apes Fermín Aldeguer: Sukses Operasi Tangan, Tapi Harus Lewatkan Balapan Phillip Island