Dua orang lainnya, yakni Munawi dari unsur Masyarakat Peduli Api dan Suraji dari Artotel, dilaporkan mengalami luka bakar serius dan mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa pengendalian karhutla bukan hanya soal memadamkan api.
Tetapi juga memastikan setiap personel memiliki komunikasi, jalur evakuasi, dan perlindungan keselamatan yang memadai.*)