Usahakan untuk menyalakan dan memanaskan mesin atau membawa mobil berjalan mengelilingi kompleks secara berkala. Selain itu, pastikan kapasitas tangki tidak dibiarkan terlalu kosong guna meminimalkan ruang udara yang bisa memicu pengembunan.
6. Kebersihan Bodi dan Komponen Logam
Kerusakan akibat mobil jarang dipakai tidak hanya menyerang bagian mekanis. Bodi luar dan komponen berbahan logam di kolong mobil juga rentan rusak akibat paparan debu, kotoran, atau udara lembap yang dibiarkan menempel terlalu lama.
Cuci dan bersihkan bagian luar serta kolong kendaraan secara berkala. Jika memungkinkan, simpan mobil di tempat yang teduh, kering, memiliki sirkulasi udara baik, serta gunakan sarung/cover mobil berbahan breathable jika diparkir di luar ruangan.
7. Performa Sistem AC dan Kebersihan Interior
Sirkulasi udara di dalam kabin mobil yang tertutup rapat dalam waktu lama bisa menjadi lembap dan berbau apek. Selain itu, saluran AC yang jarang beroperasi dapat dihinggapi debu dan kotoran.
Langkah perawatan: Saat memanaskan mesin, nyalakan pula sistem AC selama beberapa menit agar oli kompresor tetap bersirkulasi. Jaga kebersihan interior dari sisa makanan atau sampah agar tidak mengundang serangga dan jamur.
Meskipun mobil yang jarang digunakan memiliki beban kerja yang lebih ringan, bukan berarti seluruh komponennya bebas dari potensi kerusakan. Aki, ban, oli, rem, bahan bakar, hingga interior tetap membutuhkan perhatian berkesinambungan.
Melakukan pemeriksaan sederhana dan servis berkala secara rutin jauh lebih hemat ketimbang harus mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki kerusakan akibat mobil terbiarkan begitu saja di garasi.***