Bilang ‘Enjoy’ saat Kabut Asap Selimut Palembang, Wali Kota: Saya Minta Maaf kepada Masyarakat

Photo Author
Lili Suheli, KeadilanNews.com
- Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:02 WIB
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa buka suara mengenai kontroversi ucapan ‘enjoy’ saat ditanya soal kabut asap. (Instagram/ratudewa) (Lie/Promedia)
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa buka suara mengenai kontroversi ucapan ‘enjoy’ saat ditanya soal kabut asap. (Instagram/ratudewa) (Lie/Promedia)

 

Sumsel (Palembang) | KEADILANNEWS.com, -Wali Kota Palembang, Ratu Dewa minta maaf mengenai pernyataannya yang menyebut kata ‘enjoy’ saat ditanya mengenai kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kamis, (8/10/2026) 

 

Pernyataan tersebut viral dan memantik kemarahan rakyat Palembang karena selama beberapa waktu terakhir, ramai unggahan keluhan mengenai kabut asap pekat menyelimuti kota.

 

“Dengan kerendahan hati, saya meminta maaf dengan warga yang terdampak karhutla baik yang ada di dalam Kota Palembang maupun dampak dari luar yang menyebabkan asap terus menerus,” tulis Dewa dalam keterangan yang diunggah di akun Instagram resminya, @ratudewa pada Rabu, 7 Oktober 2026.

 

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa saat ini Tim Damkar dan BPBD Kota sudah berupaya maksimal tiap hari dengan standby untuk memadamkan titik api.

 

Ia juga menyebut ada tim kesehatan yang selalu jemput bola dan posko untuk penanganan masalah pada kesehatan, serta edukasi penggunaan masker pada warga terdampak.

 

“Pertama, saya minta maaf kepada masyarakat Kota Palembang kalau ucapan saya soal ‘enjoy’ kemarin menyinggung atau membuat masyarakat merasa saya tidak peduli. Saya paham kondisi sekarang tidak mudah,” ungkap Dewa lagi.

 

“Kabut asap ini berdampak ke masyarakat, terutama kesehatan anak-anak dan warga kita. Jadi, tidak ada maksud saya untuk mengatakan bahwa saya senang atau menikmati kondisi seperti ini. Sama sekali tidak,” lanjutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Lili Suheli

Terkini

X