Dari Rp6,4 Triliun ke Rp711,6 Miliar, Investasi Telkomsel di GOTO Menyusut Tajam

Photo Author
Lili Suheli, KeadilanNews.com
- Senin, 5 Oktober 2026 | 14:45 WIB
*Caption Foto:* Aktivitas pekerja Telkomsel. Penurunan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membuat nilai investasi Telkomsel menyusut tajam. Foto Telkomsel
*Caption Foto:* Aktivitas pekerja Telkomsel. Penurunan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membuat nilai investasi Telkomsel menyusut tajam. Foto Telkomsel

Sebagai pembanding, ketika GOTO masih berada di Rp50, sebanyak 23,72 miliar saham bernilai sekitar Rp1,186 triliun. Penurunan dari Rp50 menjadi Rp30 mengurangi nilai pasar kepemilikan itu sebesar Rp474,4 miliar.

 

Selisih Rp5,69 triliun tersebut merupakan estimasi kumulatif penurunan nilai dibandingkan harga perolehan, bukan kerugian baru yang seluruhnya terjadi pada Oktober 2026.

 

Angka itu juga tidak dapat langsung disebut kerugian penjualan saham. Selama saham belum dilepas, selisih terhadap modal awal merupakan kerugian di atas kertas. Adapun kerugian akuntansi pada suatu periode mengikuti perubahan nilai tercatat dan pelaporan keuangan perusahaan.

 

*Investasi Bertahap Sejak 2020*

 

Investasi Telkomsel bermula pada November 2020 melalui obligasi konversi Gojek senilai US$150 juta. Pada Mei 2021, Telkomsel menambah investasi sebesar US$300 juta, sehingga total dana yang ditanam mencapai US$450 juta.

 

Setelah konversi dan penyesuaian jumlah saham, kepemilikan Telkomsel menjadi sekitar 23,72 miliar saham dengan harga perolehan sekitar Rp270 per lembar. Kronologi tersebut dimuat dalam artikel CNN Indonesia yang diterbitkan ulang di situs Universitas Narotama pada 30 Mei 2022.

 

Karena itu, penghitungan penurunan nilai investasi Telkomsel menggunakan harga perolehannya, bukan harga penawaran umum perdana GOTO sebesar Rp338 per saham.

 

*Telkomsel Menekankan Manfaat Strategis*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Lili Suheli

Terkini

X