Boy Thohir Pulangkan Rp12,6 Triliun dari Australia ke Indonesia

Photo Author
Lili Suheli, KeadilanNews.com
- Senin, 5 Oktober 2026 | 14:40 WIB
Pengusaha nasional Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengambil keputusan besar dengan menjual bisnis di Australia dan fokus bisnis di Indonesia. (Foto: TBS)
Pengusaha nasional Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengambil keputusan besar dengan menjual bisnis di Australia dan fokus bisnis di Indonesia. (Foto: TBS)

KEADILANNEWS.com | - Pengusaha nasional Garibaldi Thohir alias Boy Thohir membawa ‘pulang’ modal investasi di Australia ke Indonesia.Melalui PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), grup usaha yang dipimpinnya itu melepas kepemilikan di Kestrel Coal Group dengan nilai transaksi sekitar US$700 juta setelah pajak atau setara kurang lebih Rp12,6 triliun pada Kamis, 1 Oktober 2025.

 

Selain untuk menjadi tambahan kas perusahaan, dan hasil divestasi itu juga akan digunakan oleh Grup Adaro untuk pengembangan bisnis di Indonesia, pembayaran dividen, serta pelunasan sebagian pinjaman grup.

 

Keputusan untuk menarik modal dari Australia dan mengembalikannya ke Tanah Air juga memiliki latar belakang yang lebih personal bagi Boy Thohir, yakni saat era pandemi Covid-19.

 

Boy Thohir sempat berjuang menghadapi masa kritis ketika terpapar Covid-19 pada 2020 lalu dan harus menjalani perawatan selama 11 hari di ICU.

 

Saat itu, ia kembali mengingat pesan dari sang ayah, Teddy Thohir untuk menjaga keluarga besar. Pengalaman itu kemudian turut membentuk cara pandangnya terhadap tanggung jawab sebagai pengusaha, termasuk terhadap keberlangsungan bisnis dan para pekerjanya.

 

“Saya merasa mau mati saja dan pesan ayah, ‘Kamu itu punya delapan anak yang harus kamu take care,’” ujar Boy Thohir di Kuningan CBD, Jakarta pada pekan lalu.

 

Ketika pandemi menekan dunia usaha dan gelombang pemutusan hubungan kerja mulai terjadi, Boy memilih mempertahankan karyawan. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Lili Suheli

Terkini

X