KEADILANNEWS.com | Ekspansi mobil listrik (electric vehicle) di pasar global maupun Indonesia kian masif. Para produsen kendaraan listrik terus berlomba dengan berbagai inovasi, salah satu yang ditawakan penggunaan Blade Battery.
Teknologi baterai buatan raksasa otomotif asal Tiongkok ini terus menjadi bahan perbincangan. Lantas, apa sebenarnya yang membuat baterai ini spesial? Mari kita mengenal Blade Battery lebih dekat, termasuk melihat kekurangan dan kelebihan Blade Battery dalam penggunaan sehari-hari.
Inovasi Desain dan Tingkat Keamanan
Secara sederhana, Blade Battery merupakan baterai berbasis Lithium Iron Phosphate (LFP). Namanya diambil dari bentuk fisik sel baterainya yang dibuat pipih, panjang, dan tipis menyerupai bilah (blade).
Berbeda dari baterai konvensional yang menyusun sel ke dalam modul-modul terpisah, BYD menggunakan metode Cell-to-Pack (CTP). Sel-sel tipis ini langsung dirangkai rapat ke dalam wadah baterai utama, sehingga efisiensi ruang meningkat hingga 50 persen tanpa mengorbankan kenyamanan kabin.
Keunggulan paling mencolok terletak pada sektor keselamatan. Dalam pengujian nail penetration test uji coba menusukkan paku baja ke sel baterai Blade Battery terbukti tidak mengeluarkan api maupun asap pekat.
"Blade Battery merepresentasikan tekad strategis kami untuk menyelamatkan keamanan baterai kendaraan listrik dan menetapkan standar baru bagi seluruh industri." ujar Wang Chuanfu selaku Founder & Chairman BYD dalam situs resminya yang diakses Selasa (20/10/2026).