Pemeriksaan di bengkel resmi diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan tindakan perbaikan yang sesuai.
Hingga 15 Oktober 2026, laporan-laporan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan adanya pola cacat produksi yang berlaku pada seluruh Jaecoo J5 EV di Indonesia.
Belum ditemukan pula bukti terverifikasi yang cukup untuk menyatakan adanya kegagalan rem, airbag, atau penarikan kembali kendaraan atas dasar keselamatan di Indonesia selama periode tersebut.
Informasi ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi konsumen dan produsen, dengan tetap membedakan antara keluhan pengguna, kerusakan yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan, dan kesimpulan yang membutuhkan bukti teknis lebih lanjut.*)