Setelah kendaraan dimatikan selama sekitar 40 menit, kondisinya sempat kembali normal. Namun, indikator tersebut muncul kembali keesokan harinya sehingga mobil dibawa ke bengkel resmi Jaecoo di Semarang.
Berdasarkan pemeriksaan pada 23 Juli 2026, Jaecoo Indonesia menemukan bekas benturan eksternal dan deformasi pada pelindung bawah baterai. Pemeriksaan juga menemukan kerusakan pada pipa pendingin baterai yang menyebabkan kebocoran cairan pendingin pada sistem manajemen termal.
Dalam klarifikasinya pada Agustus 2026, Jaecoo menyatakan kerusakan berkaitan dengan benturan dari luar kendaraan, bukan cacat produksi. Perbaikan diselesaikan pada 18 Agustus 2026, dengan biaya penggantian ditanggung melalui klaim asuransi.
Kasus ini menunjukkan pentingnya menjaga kondisi bagian bawah mobil listrik. Kerusakan sistem pendingin baterai perlu ditangani karena berkaitan dengan pengaturan temperatur baterai. Namun, tidak ada bukti dalam laporan tersebut bahwa insiden itu mengakibatkan kebakaran baterai.
Gangguan Sensor BMS pada Oktober 2026
Perkembangan terbaru muncul pada Oktober 2026 mengenai Jaecoo J5 yang mengalami masalah setelah sekitar empat bulan pemakaian, meskipun kendaraan disebut digunakan secara wajar.
Kasus tersebut berkaitan dengan sensor Battery Management System (BMS), yaitu sistem yang memantau dan mengelola kondisi baterai tegangan tinggi pada kendaraan listrik. BMS berperan dalam memantau parameter baterai dan membantu sistem kendaraan menjaga pengoperasiannya dalam batas yang ditentukan.
Artikel Terkait
Produk Belum Bersertifikat Halal Bisa Kena Denda hingga Rp2 Miliar, Ini Aturannya -
Cukup Modal HP! Ini 2 Aplikasi Membuat Video Menarik yang Bikin Kontenmu Layak Tayang, Nomor 1 Ada CapCut
Bukan Cuma Antrean Panjang, Video I Wayan Koster Beradu Mulut dengan Petugas SPBU di Bali Ikut Bikin Heboh