Pada mobil listrik, proses pengisian daya merupakan bagian penting dari penggunaan sehari-hari. Sistem ini melibatkan kendaraan, kabel, konektor, perangkat pengisi daya, dan instalasi listrik yang digunakan.
Karena itu, gangguan saat pengisian tidak selalu berarti baterai traksi kendaraan mengalami kerusakan. Pemeriksaan perlu membedakan apakah masalah berasal dari kendaraan, perangkat pengisi daya, konektor, atau instalasi listrik.
Wuling melalui laman resminya menjelaskan bahwa pengisian daya Air ev di rumah memerlukan kapasitas listrik yang memadai. Wuling juga menyediakan fasilitas pengisian daya melalui bengkel resminya.
Informasi tersebut merupakan panduan penggunaan, bukan bukti bahwa model Air ev atau model listrik Wuling lainnya mengalami cacat tertentu. Dalam penelusuran sumber yang digunakan untuk artikel ini, belum ditemukan dokumentasi resmi yang cukup untuk menyatakan adanya kerusakan teknis tertentu pada model Wuling listrik di Indonesia sebagai masalah yang berlaku secara luas.
Konsumen sebaiknya tidak mengabaikan konektor yang rusak, kabel yang panas secara tidak wajar, bau terbakar, atau pemutusan pengisian yang berulang. Hentikan penggunaan perangkat yang menunjukkan tanda bahaya dan minta pemeriksaan teknisi kompeten.
5. Chery OMODA 5: Kasus Komponen Roda Belakang Bukan Mobil Listrik
Nama Chery juga muncul dalam pemberitaan terkait persoalan komponen kendaraan. Namun, penting untuk meluruskan bahwa kasus OMODA 5 yang melibatkan komponen roda belakang bukanlah kasus mobil listrik.
Pada 2024, Chery Sales Indonesia menyatakan telah mengidentifikasi 420 unit OMODA 5 1.5 Turbo varian Z dan RZ yang berpotensi terdampak persoalan komponen rear axle di Indonesia. Perusahaan menyebut pemeriksaan dilakukan berdasarkan nomor rangka kendaraan, dengan penggantian komponen tanpa biaya apabila ditemukan masalah yang dimaksud.