Hingga keterangan tersebut diterbitkan, penyebab akhir kebakaran belum dipastikan. Karena itu, peristiwa tersebut tidak dapat langsung dijadikan bukti bahwa baterai atau komponen tertentu merupakan penyebab kebakaran.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyelidikan teknis diperlukan untuk mengetahui apakah sebuah insiden berkaitan dengan sistem kelistrikan, baterai, kerusakan akibat kejadian tertentu, atau faktor lainnya.
2. Hyundai: Masalah ICCU pada Sejumlah Model Listrik
Masalah teknis pada mobil listrik tidak selalu terlihat dari kerusakan fisik. Salah satu contohnya adalah gangguan pada Integrated Charging Control Unit (ICCU), komponen yang berperan dalam pengelolaan sistem pengisian dan kelistrikan kendaraan tertentu.
Dalam laporan keberlanjutan Hyundai Motor Company, produsen tersebut menjelaskan adanya kampanye penarikan kembali pada Maret 2024 yang melibatkan sekitar 113.000 kendaraan dari lima model listrik di pasar global. Model yang disebut mencakup Hyundai IONIQ 5, IONIQ 6, Genesis GV60, GV70 EV, dan G80 EV.
Dokumen itu menjelaskan bahwa gangguan ICCU pada kendaraan tertentu dapat menyebabkan baterai 12 volt kehilangan daya. Kegagalan fungsi konversi tegangan juga berpotensi membatasi kecepatan kendaraan secara bertahap, bahkan menyebabkan kendaraan berhenti ketika digunakan terus-menerus.
Penanganan yang dilakukan mencakup pembaruan perangkat lunak dan penggantian ICCU pada unit tertentu. Namun, informasi mengenai kampanye global tersebut tidak otomatis membuktikan bahwa semua unit dengan model yang sama di Indonesia mengalami masalah serupa.
Pemilik perlu memeriksa apakah kendaraannya termasuk dalam cakupan kampanye perbaikan berdasarkan nomor identifikasi kendaraan atau VIN melalui saluran resmi produsen.