Sementara itu, sekitar 500 dapur dikenai status suspend. Penyebabnya beragam, mulai dari persoalan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kasus keracunan makanan, hingga kebutuhan pembenahan lainnya.
BGN juga mengevaluasi dapur yang melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat.
Data penerima turut diperbarui dengan mengacu pada Dapodik agar penerima program dapat ditelusuri dengan lebih jelas.
Untuk memperbaiki kualitas penyajian, BGN bersamaan menguji pola prasmanan di lebih dari 60 SPPG.
Sistem ini memungkinkan makanan disajikan langsung di kelas dalam kondisi lebih hangat dan segar.
Uji coba dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Papua. BGN masih mengevaluasi hasilnya sebelum sistem tersebut diterapkan lebih luas.***