Walaupun hubungan senior dan junior dalam tradisi militer tetap berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, keteladanan serta bimbingan terarah tidak boleh disalahgunakan. Apalagi dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kekerasan fisik, perpeloncoan, atau perlakuan berlebihan di luar batas kedinasan yang profesional.
“TNI harus (mengutamakan) sistem prestasi, bukan sekadar senioritas. Apalagi, sistem-sistem yang sempit, loyalitas sempit, loyalitas per angkatan,” tegas Presiden.
Selain itu, Prabowo juga mendorong TNI untuk mampu bekerja sama dan bersinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga tokoh adat.
Dengan demikian, pembinaan TNI yang berdasarkan pada kompetensi dan prestasi tersebut dapat menjadi kekuatan yang membantu mempercepat pelaksanaan program-program pemerintah.
“Kekuatan dan kemampuan TNI harus dapat mempercepat pelaksanaan program-program pemerintah, mengatasi berbagai kesulitan nyata yang dihadapi rakyat,” katanya.
Pada peringatan HUT ke-81 TNI ini, Prabowo juga meresmikan dan mengukuhkan 204 unit satuan baru TNI dari tiga matra, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Peringatan HUT TNI melibatkan 3.378 personel dari unsur TNI dan non-TNI serta menampilkan 38 unit alat utama sistem persenjataan (alutsista). Presiden Prabowojuga memberikan penganugerahan tanda kehormatan bagi para prajurit.**