Prabowo mengaku telah menyaksikan secara langsung bagaimana para prajurit TNI hadir dalam berbagai situasi darurat. Kehadiran itu terlihat ketika masyarakat menghadapi banjir, tanah longsor, gempa bumi, letusan gunung berapi, kebakaran hutan, serta berbagai bencana lainnya.
Menurutnya, para prajurit kerap bergerak tanpa menunggu perintah. Para komandan dan panglima di lapangan mengambil inisiatif karena memahami bahwa kesulitan rakyat juga merupakan tanggung jawab TNI.
“Saya melihat sendiri bagaimana prajurit kita hadir ketika terjadi bencana, ketika terjadi banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, kebakaran hutan. Saudara-saudara datang tanpa diperintah, setiap komandan mengambil inisiatif. Setiap panglima tidak menunggu perintah dari atas. Kesulitan rakyat adalah tanggung jawab TNI,” tuturnya.
Presiden juga memberikan penghormatan kepada para prajurit yang berani memasuki wilayah bencana saat keadaan masih berbahaya. Bahkan, tidak sedikit anggota TNI yang mengorbankan jiwa dan raganya ketika menjalankan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan masyarakat.
Prabowo menyebut para prajurit telah membantu proses evakuasi, membuka akses jalan yang terputus, mendirikan ribuan jembatan, serta membawa makanan dan obat-obatan menuju daerah terpencil yang sulit dijangkau.
“Saudara datang ketika jalan terputus. Saudara masuk ketika keadaan masih berbahaya. Ada rekan-rekanmu yang mengorbankan jiwa dan raganya membantu rakyat menghadapi bencana, Saudara-saudara membantu evakuasi, membuka jalan, mendirikan ribuan jembatan, membawa makanan dan obat-obatan ke tempat-tempat yang terpencil dan terputus,” paparnya.
Menurut Prabowo, pengabdian di tengah situasi sulit merupakan bukti nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Pada saat bencana dan kondisi darurat, masyarakat dapat melihat pihak yang benar-benar hadir, bekerja, dan memberikan pertolongan.