Kehadiran model-model baru dengan baterai berdaya jelajah lebih jauh, ditambah kebijakan koreksi harga mobil baru dari pabrikan, membuat konsumen mobil seken bersikap sangat hati-hati.
Terlebih lagi, bayangan psikologis mengenai kesehatan baterai traksi bertegangan tinggi di luar masa garansi masih menjadi pertimbangan tersendiri bagi pembeli mobil bekas.
Sebaliknya, kubu kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) melalui Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid tipe tertinggi menunjukkan ketangguhan finansial yang jauh berbeda.
Dibeli pada kisaran harga mendekati Rp700 jutaan, mobil keluarga andalan Toyota ini justru memperlihatkan kurva depresiasi yang sangat landai.
Di pasar mobil bekas, Innova Zenix Hybrid setelah dua tahun pemakaian masih sanggup bertahan di angka Rp500 hingga Rp530 juta. Penurunan nilainya relatif sangat kecil, yakni hanya berkisar di angka 20 hingga 25 persen saja, dengan sisa nilai aset mencapai 75 hingga 80 persen.
Kokohnya harga jual kembali Zenix Hybrid didorong oleh kekuatan merek yang mengakar kuat serta kepercayaan konsumen terhadap lini "Kijang" yang sudah teruji puluhan tahun.
Selain itu, sistem hibrida dinilai sebagai jalan tengah yang paling rasional bagi masyarakat Indonesia saat ini.
Pengguna tidak perlu dipusingkan dengan keterbatasan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), sehingga jangkauan pasar untuk menjualnya kembali terbuka sangat luas hingga ke berbagai daerah pelosok.