Laporan langsung Le Monde pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menggambarkan situasi yang berbeda-beda di setiap kota.
Sebagian demonstrasi berlangsung damai, tetapi sejumlah lokasi mengalami bentrokan dengan aparat dan kerusakan fasilitas umum.
Kerusuhan tersebut membuat pemerintah Prancis menyoroti tindakan kelompok yang melakukan kekerasan di tengah aksi demonstrasi.
Menteri Pendidikan Nasional Prancis, Édouard Geffray, turut memberikan tanggapan melalui pernyataan yang diunggah di media sosial X.
Seperti diberitakan Le Monde, Geffray menilai kekerasan telah mengganggu penyampaian aspirasi para demonstran.
“Sekali lagi, suara mereka yang berdemonstrasi untuk menyampaikan berbagai tuntutan telah dibungkam oleh kekerasan yang sama sekali tidak terkendali terhadap institusi,” tulisnya pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut menyoroti dampak kerusuhan terhadap masyarakat yang mengikuti demonstrasi untuk menyampaikan tuntutan.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 11,57 Persen, Mengenal Standalone Market yang Diusulkan MSCI
Antrean BBM Bali Picu Kekhawatiran bagi Pariwisata, Video Canggu Sepi Jadi Sorotan
Indonesia Terancam Keluar dari Emerging Market, Bisa Satu Kategori dengan Zimbabwe dan Nigeria
Balai Kota Dibakar Saat Demo di Prancis, Insiden Ini Jadi Sorotan