KEADILANNEWS.com | Delegasi Indonesia dalam 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Bangkok, Thailand pada Kamis, 15 Oktober 2026 menegaskan bahwa standar hukum dan regulasi yang jelas, penting diberlakukan dalam inovasi keuangan digital.
Pasalnya, standar tersebut bisa memberikan kepastian bagi pelaku pasar, sekaligus acuan bagi pembuat kebijakan.
Dalam event itu, delegasi Indonesia diwakili oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti.
“Indonesia menyampaikan tiga hal utama terkait kebijakan dan arah kerja sama keuangan global. Tentu, pertama, Indonesia mengapresiasi capaian dan peran Financial Stability Board (FSB) dalam mendorong modernisasi regulasi serta memetakan berbagai risiko material yang muncul dari perkembangan inovasi keuangan digital,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro dalam keterangannya pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Selanjutnya, kata Deni, Indonesia akan terus berkomitmen untuk mendorong pengembangan pembayaran lintas batas (cross-border payment) berbasis QR dan penggunaan transaksi mata uang lokal (local currency transaction).
“Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran, memfasilitasi aktivitas perdagangan, serta memperdalam inklusi keuangan,” jelasnya.
“Nah yang ketiga, Indonesia menyambut baik fokus G20 pada modernisasi pasar uang dan pembayaran lintas batas,” sambungnya.