Di tempat terpisah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyebut belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut.
Namun, pihak KBRI masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan ada atau tidaknya WNI sebagai korban luka-luka.
“KBRI Riyadh akan terus berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada/tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya,” ungkap pihak KBRI dalam keterangan resminya pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Menurut data dari KBRI Riyadh, korban tewas dalam serangan tersebut adalah empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Senada dengan Kemenhaj, pihak KBRI juga meminta masyarakat untuk terus berkoordinasi mengenai rencana penerbangan yang akan dilakukan via Bandara King Khalid dengan maskapai terkait.*)
Artikel Terkait
Buku MBG Karya Asep Dadang Darmawan Bahas Investasi Gizi
Bandara Riyadh Porak-poranda Diserang Houthi, 12 Orang Tewas dan 309 Terluka
Gelombang Laut Capai 4 Meter hingga 14 Oktober, BMKG Minta Waspada